Rabu, 04 September 2013
Senin, 28 Januari 2013
RINCIAN GERAK TOLAK PELURU
TEKNIK DASAR TOLAK PELURU
Tolak
peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola
besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:
- 1) Untuk senior putra = 7.257 kg
- 2) Untuk senior putri = 4 kg
- 3) Untuk yunior putra = 5 kg
- 4) Untuk yunior putri = 3 kg
A. Teknik Dasar Tolak Peluru
Terdapat beberapa teknik dasar dalam tolak peluru,
diantaranya
: Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara diatas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
B. Cara menolakkan peluru
Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o.
Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
: Teknik Memegang Peluru Ada 3 teknik memegang peluru : Jari-jari direnggangkan sementara jari kelingking agak ditekuk dan berada di samping peluru, sedang ibu jari dalam sikap sewajarnya. Untuk orang yang berjari kuat dan panjang. Jari-jari agaka rapat, ibu jari di samping, jari kelingking berada di samping belakang peluru. Biasa dipakai oleh para juara. Seperti cara diatas, hanya saja sikap jari-jari lebih direnggangkan lagi, sedangkan letak jari kelingking berada di belakang peluru. Cocok untuk orang yang tangannya pendek dan jari-jarinya kecil.
Teknik Meletakkan Peluru Pada Bahu Peluru dipegang dengan salah satu cara diatas, letakkan peluru pada bahu dan menempel pada leher bagian samping. Siku yang memegang peluru agak dibuka ke samping dan tangan satunya rileks di samping kiri badan.
Teknik Menolak Peluru Pengenalan peluru Peluru dipegang dengan satu tangan dipindahkan ke tangan yang lain Peluru dipegang dengan tangan kanan dan diletakkan di bahu dengan cara yang benar Peluru dipegang dengan dua tangan dengan sikap berdiri akak membungkuk, kemudian kedua tangan yang memegang peluru diayunkan ke arah belakang dan peluru digelindingkan ke depan Sikap awal akan menolak peluru Mengatur posisi kaki, kaki kanan ditempatkan di muka batas belakang lingkaran, kaki kiri diletakkan di samping kiri selebar badan segaris dengan arah lemparan. Bersamaan dengan ayunan kaki kiri, kaki kanan menolak ke arah lemparan dan mendarat di tengah lingkaran. Sewaktu kaki kaki kanan mendarat, badan dalam keadaan makin condong ke samping kanan. Bahu kanan lebih rendah dari bahu kiri. Lengan kiri masih pada sikap semula.
B. Cara menolakkan peluru
Dari sikap penolakan peluru, tanpa berhenti harus segera diikuti dengan gerakan menolak peluru. Jalannya dorongan atau tolakan peda peluru harus lurus satu garis. Sudut lemparan kurang dari 40o.
Sikap akhir setelah menolak peluru Sesudah menolak peluru, membuat gerak lompatan untuk menukar kaki kanan ke depan. Bersamaan dengan mendaratnya kaki kanan, kaki kiri di tarik ke belakang demikian pula dengan lengan kiri untuk memelihara keseimbangan.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Teknik Tolak Peluru
Cara memegang Awalan Gerakan Tolakan Sikap badan saat menolak
Ketentuan diskualifikasi/kegagalan peserta tolak peluru : - Menyentuh balok batas sebelah atas - Menyentuh tanah di luar lingkaran - Keluar masuk lingkaran dari muka garis tengah - Dipangil selama 3 menit belum menolak - Peluru di taruh di belakang kepala - Peluru jatuh di luar sektor lingkaran - Menginjak garis lingkar lapangan - Keluar lewat depan garis lingkar - Keluar lingkaran tidak dengan berjalan tenang - Peserta gagal melempar sudah 3 kali lemparan
Beberapa hal yang disarankan : Bawalah tungkai kiri merendah Dapatkan keseimbangan gerak dari kedia tungkai, dengan tungkai kiri memimpin di belekang Menjaga agar bagian atas badan tetap rileks ketika bagian bawah bergerak Hasilkan rangkaian gerak yang cepat dan jauh peda tungkai kanan Putar kaki kanan ke arah dalam sewaktu melakukan luncuran Pertahankan pinggul kiri dan bahu menghadap ke belakang selama mungkin Bawalah tangan kiri dalam sebuah posisi mendekati badan Tahanlah sekuat-kuatnya dengan tungkai kiri
Beberapa hal yang harus dihindari : Tidak memiliki keseimbanagn dalam sikap permulaan Melakukan lompatan ketika meluncur dengan kaki kanan Mengangkat badan tinggi ketika melakukan luncuran Tidak cukup jauh menarik kaki kanan di bawah badan Mendarat dengan kaki kanan menghadap ke belakang Menggerakkan tungkai kiri terlalu banyak ke samping Terlalu awal membuka badan Mendarat dengan badan menghadap ke samping atau ke depan
C. Peralatan
Alat yang di gunakan :
- 1) Rol Meter
- 2) Bendera Kecil
- 3) Kapur / Tali Rafia
- 4) Peluru :
- - Untuk senior putra = 7.257 kg
- - Untuk senior putri = 4 kg
- - Untuk yunior putra = 5 kg
- - Untuk yunior putri = 3 kg
- 5) Obrient : gaya membelakangi arah tolakan
- 6) Ortodox : gaya menyamping
D. Lapangan Tolak Peluru
Konstruksi :
o Lingkaran tolak peluru harus dibuat dari besi, baja atau bahan lain yang cocok
yang dilengkungkan, bagian atasnya harus rata dengan permukaan tanah luarnya.
Bagian dalam lingkaran tolak dibuat dari semen , aspal atau bahan lain yang
padat tetapi tidak licin. Permukaan
dalam lingkaran tolak harus datar anatara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari
bibir atas lingkaran besi. o Garis lebar 5 cm harus dibuat di atas lingkaran
bdsi menjulur sepanjang 0.75 m pada kanan kiri lingkaran garis ini dibuat dari
cat atau kayu. o Diameter bagian dalam lingkaran tolak adalah 2,135 m. Tebal besi
lingkaran tolak minimum 6 mm dan harus di cat putih. o Balok penahan dibuat
dari kayu atau bahan lain yang sesuai dalam sebuah busur/lengkungan sehingga
tepi dalam berhimpit dengan tepi dalam lingkaran tolak, sehingga lebih kokoh. o
Lebar balok 11,2-30 cm, panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, tebal 9,8-10,2 cm.
Selasa, 22 Januari 2013
Christmas
holiday
Tobe 1
During school holiday, I enjoy the
atmosphere of Christmas at all. Many event on the day this Chirstmas, I got a
lot of gift AMERICAN. I also very happy, because me and my friend in law in the
church and LUMAJANG hall to sing there. Go at the thirty- first of DECEMBER, my
friend welcome the new year whth great
fanfare. In the evening, I was out with my friend to whatch the fire work.
Christmas
holiday
Tobe 2
During school holidays, I enjoyed the atmosphere of Christmas at
all. Many events on the day this Christmas, I got a lot of gifts AMERICAN. I
was very happy, because I and my friend were invited to the church and LUMAJANG
hall to sing there. At the thirty-first of DECEMBER, my friends welcomed the
new year with great fanfare. In the evening, I was out with my friend to watch
the fire work.
my
teddy bear
gold
colored teddy bear, doll is very funny and cute.
fur is very
soft and gentle, he has two eyes and two ears.
I got a
gift from mom, on the anniversary of my 13th.
my
teddy bear
gold color
teddy bear, doll is very funny and cute.
Fur is very
soft and gentle, he has two eyes and two ear.
I got a
gift from mom, on the anniversary of my 13th.
Senin, 29 Oktober 2012
klasifikasi Maklhuk Hidup
Modul Pembelajaran Kelas 7 SMP Klasifikasi Makhluk
Hidup
Materi Pembelajaran :
Klasifikasi Makhluk Hidup
I.
Pengertian
Klasifikasi makhluk hidup merupakan cara pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup. Semakin banyak perbedaan dari 2 jenis makhluk hidup semakin jauh kekerabatannya. Sebaliknya semakin banyak persamaan dari 2 jenis makhluk hidup semakin dekat kekerabatannya.
Pada mulanya makhluk hidup dikelompokkan ke dalam 2 kelompok (kingdom) yaitu Hewan dan tumbuhan. Hal ini didasarkan pada perbedaan dalam sel pembentuknya (ex. tumbuhan berdinding sel tumbuhan tidak, tumbuhan memiliki plastida /penghasil klorofil sedangkan hewan tidak), kemampuan melakukan fotosintesis (tumbuhan dapat berfotosintesis hewan tidak), jenis geraknya (hewan dapat bergerak aktif dengan berpindah tempat sedangkan tumbuhan geraknya pasif (gerak endonom dan etiono
II. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup :
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Selain itu untuk mempermudah mengenali suatu makhluk hidup. Dengan kata lain tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah :
Klasifikasi makhluk hidup merupakan cara pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup. Semakin banyak perbedaan dari 2 jenis makhluk hidup semakin jauh kekerabatannya. Sebaliknya semakin banyak persamaan dari 2 jenis makhluk hidup semakin dekat kekerabatannya.
Pada mulanya makhluk hidup dikelompokkan ke dalam 2 kelompok (kingdom) yaitu Hewan dan tumbuhan. Hal ini didasarkan pada perbedaan dalam sel pembentuknya (ex. tumbuhan berdinding sel tumbuhan tidak, tumbuhan memiliki plastida /penghasil klorofil sedangkan hewan tidak), kemampuan melakukan fotosintesis (tumbuhan dapat berfotosintesis hewan tidak), jenis geraknya (hewan dapat bergerak aktif dengan berpindah tempat sedangkan tumbuhan geraknya pasif (gerak endonom dan etiono
II. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup :
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Selain itu untuk mempermudah mengenali suatu makhluk hidup. Dengan kata lain tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah :
·
Menyederhanakan obyek studi (makhluk
hidup) yang beraneka ragam
·
Mengenal berbagai makhluk hidup yang
bermaacam-macam
·
Mengetahui manfaat masing-masing
organisme
·
Mengetahui adanya saling ketergantungan
antara organisme
·
Mengetahui hubungan kekerabatan antar
organisme
Jadi klasifikasi
makhluk hidup bertujuan untuk mempermudah, mengenali,
membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup.
III. Dasar Klasifikasi
Makhluk Hidup :
http://www.e-dukasi.net/index.php?mod=script&cmd=Bahan%20Belajar/Modul%20Online/view&id=102&uniq=1878
Dasar klasifikasi makhluk hidup :
Dasar klasifikasi makhluk hidup :
·
Ukuran tubuhnya
·
Lingkungan tempat hidupnya
·
Manfaatnya
·
Jenis makanannya
·
Persamaan/perbedaan ciri-ciri
IV. Klasifikasi
Makhluk Hidup menurut Carolus Linaeus :
Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah, Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur, sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi
Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah :
KINGDOM
DIVISIO / PHYLLUM
CLASSIS
ORDO
FAMILIA
GENUS
SPESIES
- Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi
- Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah
- Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah, Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur, sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi
Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah :
KINGDOM
DIVISIO / PHYLLUM
CLASSIS
ORDO
FAMILIA
GENUS
SPESIES
- Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi
- Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah
- Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
V.
Klasifikasi Sistem 5 Kingdom
Pada tahun 1969 R.H
Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi 5 (lima)
kingdom/kerajaan, yaitu :
1. Monera (bakteri dan
ganggang biru)
Makhluk hidup yang
dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik.
Kelompok ini terdiri
dari bakteri dan ganggang hijau biru (Cyanobacteria)
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel
eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel
tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan
tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan
Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur.
3. Fungi (jamur)
Fungi memiliki sel
eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat
heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya
bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali
jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycpta).
4. Plantae (tumbuhan)
Tumbuhan memiliki sel
eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi
membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat
makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan
lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup
5. Animalia (hewan).
Hewan memiliki sel
eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi
membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga
bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak
bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
VI. Tata Nama
Ilmiah
A. Takson
Setiap kelompok yang
terbentuk dari hasil klasifikasi makhluk hidup, disebut Takson. Lahirlah
istilah taksonomi (takson = kelompok, nomos = hokum), atau juga disebut
sistematika (susunan dalam suatu system).
Berdasarkan uraian
diatas dapat ditafsirkan, bahwa para ilmuwan mengelompokan makhluk hidup
beerdasarkan banyaknya persamaan dan perbedaan baik morfologi, fisiologi, dan
anatominya. Makin banyak persamaan, dikatakan makin dekat hubungan
kekerabatannya.
Makin sedikit
persamaannya, makin jauh kekerabatannya. Makhluk hidup yang memiliki banyak
persamaan ciri, dapat saling kawin dan menghasilkan keturunan yang fertile
(subur), maka makhluk ini dimasukkan ke dalam suatu kelompok (takson) yang
disebut spesies atau jenis.
Contohnya: Spesies kucing (Felis domestica)
Contohnya: Spesies kucing (Felis domestica)
Bagaimanakah
penempatan takson pada penulisan klasifikasi? Untuk mendapat gambaran susunan
takson dalam penulisan sistem klasifikasi, Anda dapat mengamati contoh berikut:
|
a.
|
Klasifikasi hewan
kucing
|
||
|
Kerajaan (Kingdom)
Chordata Kelas (Classis) Carnivora Suku (Familia) Felis Jenis (Spesies) |
:
: : : |
Animalia Filum (Phylum)
Mamalia Bangsa (Ordo) Felidae Marga (Genus) Felis Catus (kucing) |
|
|
b.
|
Klasifikasi tumbuhan
padi
|
||
|
Kerajaan (Kingdom)
Divisi (Divisio) Anak Divisi (Sub Divisio) Kelas (Classis) Bangsa (Ordo) Suku (Familia) Marga (Genus) Jenis (Spesies) |
:
: : : : : : : |
Plantae
Spermatophyta Angiospermae Monocotyledoncae Poales Poaceae Oryza Oryza Sativa (padi) |
|
Sesuai dengan
perkembangan klasifikasi, maka pengelompokkan atau klasifikasi makhluk hidup
tidak lagi berdasarkan manfaatnya tetapi sudah berdasarkan ciri-ciri morfologi,anatomi
dan fisiologinya.
B. Aturan Tata Nama
Ilmiah (Nomenclatur Binomial)
Aturan tata nama ilmiah Binomial Nomenclatur (Sistem Tata Nama
Ganda) :
Nomenclatur binomial
adalah sistem penamaan makhluk hidup dengan menggunakan bahasa latin di mana
setiap makhluk hidup mendapatkan atau diberikan nama dalam dua kata bahasa
latin. Kata yang pertama menunjukkan genus, sedangkan kata yang satu lagi
menunjukkan species. Genus ditulis dengan huruf pertama huruf besar dan species
huruf pertamanya adalah huruf kecil.
Aturan-aturan pemberian nama binomium nomenclatur pada binatang dan tumbuh-tumbuhan :
1. Setiap makhluk hidup memiliki nama spesies yang berbeda-beda dan tidak boleh sama.
2. Nama genus hanya terdiri dari satu kata dan dimulai dengan huruf besar.
3. Nama spesies boleh terdiri dari dua kata atau lebih dan dimulai dengan huruf kecil
4. Setiap makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan memiliki nama ilmiah masing-masing
5. Penamaan ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
6. Nama penemu spesies dapat mencantumkan namanya dibelakang nama speciesnya.
Contoh penerapan :
Aturan-aturan pemberian nama binomium nomenclatur pada binatang dan tumbuh-tumbuhan :
1. Setiap makhluk hidup memiliki nama spesies yang berbeda-beda dan tidak boleh sama.
2. Nama genus hanya terdiri dari satu kata dan dimulai dengan huruf besar.
3. Nama spesies boleh terdiri dari dua kata atau lebih dan dimulai dengan huruf kecil
4. Setiap makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan memiliki nama ilmiah masing-masing
5. Penamaan ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa latin atau yang dilatinkan
6. Nama penemu spesies dapat mencantumkan namanya dibelakang nama speciesnya.
Contoh penerapan :
1. Nama ilmiah ditulis dengan bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan.
·
Durian ( Durio zibethinus ) :
cetak
·
Durian
( Durio zibethinus ) : tulis tangan
2. Terdiri atas dua kata, kata yang I menunjukkan Genus dan kata II
menunjukkan Spesies. Jika lebih dari 2 kata diberi tanda hubung. ex.-
Kembang sepatu ( Hibiscus rosa-sinensis )
3. Huruf pertama kata I ditulis kapital, yang lain kecil.
4. Ditulis miring/tebal (cetak) atau digaris bawahi terpisah (tulis tangan).
5. Nama hewan dapat diadakan pengulangan, sedang nama tumbuhan tidak.
·
Pisang (Musa paradisiaca)
·
Ayam ( Galus galus )
·
Babi hutan ( Babirussa
babirussa )
6. Penulisan varietas tidak digaris bawahi atau miring
·
Padi ( Oryza sativa var.
nutitiva )
1. Nama kelas adalah nama genus + nae. contoh: Equisetum
+ nae, menjadi kelas Equisetinae.
2. Nama ordo adalah nama genus + ales. contoh: zingiber +
ales, menjadi ordo Zingiberales.
3. Nama famili adalah nama genus + aceae. contoh: Canna +
aceae, menjadi famili Cannacea
Misal
: Pongo pigmaeus
sumatraensis
VII. KUNCI DETERMINASI
VII. KUNCI DETERMINASI
A. Pengertian Kunci
Determinasi
Kunci determinasi
adalah suatu kunci yang digunakan untuk identifikasi makhluk hidup berupa
keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup.
Identifikasi merupakan
kegiatan dasar dalam taksonomi. Identifikasi mencakup dua kegiatan, yaituklasifikasi dan tata
nama.
Jadi, identifikasi
adalah menentukan persamaan dan perbedaan antara dua makhluk hidup, kemudian
menentukan apakah keduanya sama atau tidak, baru kemudian memberi nama.
Identifikasi terhadap makhluk hidup yang sudah dikenal pada umumnya dapat dilakukan langsung oleh otak kita.
Untuk mengidentifikasi makhluk hidup yang baru saja dikenal, kita memerlukan alat pembanding berupa gambar, realia atau spesimen (awetan hewan dan tumbuhan), hewan atau tumbuhan yang sudah diketahui namanya, atau kunci identifikasi. Kunci identifikasi disebut juga kunci determinasi.
Penggunaan kunci determinasi pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus . Namun, sebenarnyaLammarck (1778) juga pernah menggunakan kunci modern untuk identifikasi.
Salah satu kunci identifikasi ada yang disusun dengan menggunakan ciri-ciri taksonomi yang saling berlawanan.
Tiap langkah dalam kunci tersebut terdiri atas dua alternatif (dua ciri yang saling berlawanan)
sehingga disebut kunci dikotomis.
Identifikasi terhadap makhluk hidup yang sudah dikenal pada umumnya dapat dilakukan langsung oleh otak kita.
Untuk mengidentifikasi makhluk hidup yang baru saja dikenal, kita memerlukan alat pembanding berupa gambar, realia atau spesimen (awetan hewan dan tumbuhan), hewan atau tumbuhan yang sudah diketahui namanya, atau kunci identifikasi. Kunci identifikasi disebut juga kunci determinasi.
Penggunaan kunci determinasi pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus . Namun, sebenarnyaLammarck (1778) juga pernah menggunakan kunci modern untuk identifikasi.
Salah satu kunci identifikasi ada yang disusun dengan menggunakan ciri-ciri taksonomi yang saling berlawanan.
Tiap langkah dalam kunci tersebut terdiri atas dua alternatif (dua ciri yang saling berlawanan)
sehingga disebut kunci dikotomis.
B. Cara Menggunakan
Kunci determinasi
1. Bacalah dengan teliti kunci determinasi mulai dari permulaan, yaitu
nomor 1a.
2. Cocokkan ciri-ciri tersebut pada kunci determinasi dengan ciri yang terdapat pada makhluk hidup yang diamati.
3. Jika ciri-ciri pada kunci tidak sesuai dengan ciri makhluk hidup yang diamati, harus beralih pada pernyataan yang ada di bawahnya dengan nomor yang sesuai. Misalnya, pernyataan 1a tidak sesuai, beralihlah ke pernyataan 1b.
4. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi sesuai dengan ciri yang dimiliki organisme yang diamati, catatlah nomornya. Lanjutkan pembacaan kunci pada nomor yang sesuai dengan nomor yang tertulis di belakang setiap pernyataan pada kunci.
5. Jika salah satu pernyataan ada yang cocok atau sesuai dengan makhluk hidup yang diamati, alternatif lainnya akan gugur. Sebagai contoh, kunci determinasi memuat pilihan:
a. tumbuhan berupa herba, atau
b. tumbuhan berkayu.
Jika yang dipilih adalah 1a (tumbuhan berupa herba), pilihan 1b gugur.
6. Begitu seterusnya hingga diperoleh nama famili, ordo, kelas, dan
divisio atau filum dari makhluk hidup yang diamati.
Pada umumnya, buku penuntun identifikasi makhluk hidup dilengkapi dengan kunci determinasi dan hanya berlaku setempat (lokal)
2. Cocokkan ciri-ciri tersebut pada kunci determinasi dengan ciri yang terdapat pada makhluk hidup yang diamati.
3. Jika ciri-ciri pada kunci tidak sesuai dengan ciri makhluk hidup yang diamati, harus beralih pada pernyataan yang ada di bawahnya dengan nomor yang sesuai. Misalnya, pernyataan 1a tidak sesuai, beralihlah ke pernyataan 1b.
4. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi sesuai dengan ciri yang dimiliki organisme yang diamati, catatlah nomornya. Lanjutkan pembacaan kunci pada nomor yang sesuai dengan nomor yang tertulis di belakang setiap pernyataan pada kunci.
5. Jika salah satu pernyataan ada yang cocok atau sesuai dengan makhluk hidup yang diamati, alternatif lainnya akan gugur. Sebagai contoh, kunci determinasi memuat pilihan:
a. tumbuhan berupa herba, atau
b. tumbuhan berkayu.
Jika yang dipilih adalah 1a (tumbuhan berupa herba), pilihan 1b gugur.
6. Begitu seterusnya hingga diperoleh nama famili, ordo, kelas, dan
divisio atau filum dari makhluk hidup yang diamati.
Pada umumnya, buku penuntun identifikasi makhluk hidup dilengkapi dengan kunci determinasi dan hanya berlaku setempat (lokal)
C. Contoh kunci
dikotom
1. a.Tubuh beruas-ruas……………………………………… lanjutkan ke no 2
b.Tubuh tidak beruas-ruas ………………………………. lanjutkan ke no 5
2. a.Setiap ruas tubuh berkaki………………………………. Myriapoda
b.Tidak setiap ruas tubuh berkaki……………………….. lanjutkan ke no 3
3. a.Jumlah kaki 3 pasang……………………………………Insekta
b.Jumlah kaki lebih dari 3 pasang……………………….. lanjutkan ke no 4
4. a.Mempunyai sungut di kepala……………………………Crustacea
b.Tidak mempunyai sungut di kepala……………………. Arachnoidea
5. a.Tubuh dilindungi cangkang …………………………….Mollusca
b.Tubuh berduri……………………………………………Echinodermata
Langganan:
Postingan (Atom)
